Metode Pengobatan Penyakit Liver

Posted by on September 17, 2013 in Pengobatan Penyakit Liver | 0 comments

Metode Pengobatan Penyakit Liver

Apakah ada buktinya secara laboratorium obat tradisional penyakit liver ramuan Ny. Djamilah Najmuddin yang telah di konsumsi oleh para pasiennya? Untuk menjawab pertanyaan ini dan sebelum kita membahas apa serta bagaimana penanganan yang di lakukan oleh klinik Ny. Djamilah Najmuddin dalam menangani penyakit liver, di bawah ini adalah hasil-hasil laboratorium mantan pasien kami, diantaranya:

I. Nn. Nadya 23 Tahun – Penyakit Liver dan Gagal Ginjal

Nn. Nadya adalah salah satu pasien kami yang menderita komplikasi penyakit liver dan gagal ginjal. Ketika awal berobat kondisi Nn. Nadya cukup memprihatinkan. Pada bagian perut beliau membesar dan kulit muka serta tangan menguning akibat adanya peradangan pada organ liver dan terdapatnya protein di urine. Alhamdulillah, setelah mengkonsumsi obat tradisional penyakit liver dan gagal ginjal dari pengobatan tradisional Ny. Djamilah Najmuddin, kondisi fisik dan hasil cek laboratorium beliau menunjukan perubahan yang sangat signifikan. berikut hasil laboratorium Nn. Nadya sebelum berobat dan setelah pengobatan.

Hasil Labortorium Nn. nadya sebelum berobat (tanggal 16-12-2011), menunjukan bahwa: SGOT=692, SGPT=287, GAMMA GT=177, Protein= ++(2), Darah Samar= ++(2), Bakteri= ++(2).

hasil laboratorium Nn. Cadya sebelum berobat

hasil laboratorium Nn. Cadya sebelum berobat

hasil laboratorium Nn. Cadya sebelum berobat - 2

hasil laboratorium Nn. Cadya sebelum berobat – 2

Di bawah ini merupakan hasil Laboratorium Nn. nadya setelah mengkonsumsi obat tradisional penyakit liver dan gagal ginjal (Tanggal 27-12-2012), menunjukan perubahan yang sangat signifikan: SGOT=31, SGPT=35, GAMMA GT=79, Protein= +(1), Darah Samar= negatif, Bakteri= +(1). perubahan secara fisik pun dirasakan oleh Nn. Nadya, perut beliau sudah tidak membesar (buncit) dan warna kuning dikulitnya sudah tidak tampak kembali.

hasil laboratorium Nn. Cadya setelah berobat

hasil laboratorium Nn. Cadya setelah berobat

II. Ny. Sri Astuti (36 Tahun).

Hasil Laboratorium Ny. Sri Astuti sebelum berobat (Tanggal 08-12-2010), menunjukan bahwa beliau mengidap penyakit Hepatitis B (HBsAg +); Bilirubin Jauh di atas normal (total: 5.72; Direct: 2.76; Indirect: 2.96); SGOT (1400) & SGPT (1836) jauh di atas normal.

hasil laboratorium Ny. Sri Astuti sebelum berobat

hasil laboratorium Ny. Sri Astuti sebelum berobat

Hasil Laboratorium Ny. Sri Astuti, dengan seizin Allah SWT, setelah mengikuti Metode Pengobatan Tradisional Ny. Djamilah Najmuddin dan mengkonsumsi obat-obatan tradisional penyakit liver dan Hepatitis B (selama 11 hari / Tanggal 29-12-2010), beliau dinyatakan NEGATIF! dari virus penyakit hepatitis B. Bilirubin berubah menjadi normal; dan SGOT (104) & SGPT (164) sudah mendekati normal.

Hasil Laboratorium Ny. Sri Astuti Setelah Berobat

Hasil Laboratorium Ny. Sri Astuti Setelah Berobat

III. TN. Usup Jumaeni (43 tahun).

Hasil Laboratorium TN. Usup Jumaeni sebelum berobat: SGOT (497); SGPT (423); HBeAG positif (S/CO: 22.71); HBsAG Positif (Kuantitatif : 23928.00)

Hasil Laboratorium Tn.Usup Jumaeni Sebelum Berobat

Hasil Laboratorium Tn.Usup Jumaeni Sebelum Berobat

Hasil Laboratorium TN. Usup Jumaeni, dengan seizin Allah SWT, setelah mengikuti Metode Pengobatan Tradisional Ny. Djamilah Najmuddin dan mengkonsumsi ramuan obat-obatan tradisional penyakit liver dan hepatitis B, hasilnya: SGOT (60); SGPT (42); HBeAG non reaktif; HBsAG kuantitatif : 549.00

Hasil Laboratorium Tn.Usup Jumaeni Setelah Berobat

Hasil Laboratorium Tn.Usup Jumaeni Setelah Berobat

IV. TN. Aris Setiawan (33 tahun)

Sebelum berobat hasil laboratorium TN. Aris Setiawan menunjukan bahwa nilai SGOT = 169, SGPT = 443 dan Gamma GT = 211. Jauh dari nilai angka normal.

hasil laboratorium TN. aris setiawan sebelum berobat

hasil laboratorium TN. aris setiawan sebelum berobat

Di bawah ini hasil laboratorium TN. Aris Setiawan setelah mengkonsumsi obat liver tradisional Ny. Djamilah Najmuddin. Hasil laboratorium TN. Aris Setiawan menunjukan bahwa Nilai SGOT, SGPT dan Gamma GT adalah NORMAL!

hasil laboratorium TN. Aris Setiawan Setelah Berobat

hasil laboratorium TN. Aris Setiawan Setelah Berobat

V. TN. Rahman (35 Tahun) – Kalimantan Timur

Sebelum Berobat (09-12-2013) hasil laboratorium TN. Rahman menunjukan bahwa dia mengidap virus hepatitis B (HbSag Reaktif) sedangkan nilai SGOT-nya: 233 dan Nilai SGPT-nya: 632. Gambar di bawah ini merupakan hasil lab TN. Rahman sebelum pengobatan di klinik Ny. Djamilah Najmuddin.

Hasil Lab TN. Rahman Sebelum Berobat 09-12-2013

Hasil Lab TN. Rahman Sebelum Berobat 09-12-2013

Di bawah ini gambar perjalanan hasil laboratorium TN. Rahman selama pengobatan di klinik kami:

Hasil Lab TN. Rahman 22-12-2013

Hasil Lab TN. Rahman 22-12-2013

Hasil Lab TN. Rahman 04-01-2014

Hasil Lab TN. Rahman 04-01-2014

Hasil Lab TN. Rahman 15-01-2014

Hasil Lab TN. Rahman 15-01-2014

Hasil Lab TN. Rahman 04-02-2014

Hasil Lab TN. Rahman 04-02-2014

Hasil Lab TN. Rahman 09-02-2014

Hasil Lab TN. Rahman 09-02-2014

Dan, Alhamdulillah, di bawah ini hasil laboratorium (22-02-2014) TN. Rahman yang menyatakan bahwa dia tidak lagi mengidap virus hepatitis B (HbSag Non Reaktif / Negatif) dan dengan kondisi fungsi liver yang sudah normal.

Hasil Lab TN. Rahman Setelah Berobat 22-02-2014

Hasil Lab TN. Rahman Setelah Berobat 22-02-2014

Apa Itu Liver?

Liver atau hati merupakan organ yang sangat penting, terletak di rongga perut bagian kanan atas di bawah tulang rusuk. Sebagian besar berada di sisi kanan tubuh dan sebagian lagi di sisi kiri tubuh. Beratnya rata-rata 1.500 gram atau sekitar 2,5% dari berat badan. Dengan demikian, liver merupakan organ terbesar dalam tubuh. Ini setara dengan fungsinya yang berat, yaitu lebih dari 500 jenis pekerjaan yang harus dilakukan oleh organ hati. Karena dapat dimengerti betapa pentingnya hati/liver tersebut. Organ hati bertindak sebagai “mesin” tubuh, dapur, penyaring, pengolah makanan, pembuangan sisa metabolisme, zat racun dan zat-zat yang merugikan tubuh yang berasal dari makanan yang kita santap maupun dari hasil metabolisme tubuh. Liver juga melindungi tubuh kita dari infeksi dan penyakit-penyakit.

Patut diketahui bahwa kemampuan untuk menyaring zat-zat beracun dan berbahaya berupa minuman beralkohol maupun obat-obatan mempunyai konsekuensi merusak hati bahkan bisa sampai pada tingkatan hati tidak dapat sembuh kembali akibat kerusakan tersebut. Masalahnya, organ hati merupakan organ yang “pendiam”. Jika liver cedera atau mengalami masalah, dia tidak mengeluh atau “berteriak”. Dia diam saja sampai terjadi kerusakan yang parah. Itulah sebabnya penderita penyakit liver tidak menyadari bahwa organ hatinya mengalami kerusakan karena tak ada gejala atau tanda yang jelas. Sampai akhirnya kerusakan hati semakin parah dan penderita hepatitis baru merasa dirinya sakit setelah stadium lanjut.

Masalah pada liver terjadi karena adanya kerusakan pada liver dan kerusakan pada liver disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya:

  • Timbul peradangan pada sel
  • Aliran empedu terhambat
  • Kolesterol atau trigliserida menumpuk
  • Jaringan liver rusak oleh bahan kimia atau disusupi oleh sel-sel abnormal

Selain penyebab di atas, penyakit liver seringkali juga disebabkan oleh faktor genetika atau keturunan, sering mengonsumsi minuman beralkohol dan masih banyak lagi. Yang jelas penyebabnya tidak hanya satu.

Diagnosis Penyakit Liver

Untuk mendiagnosis penyakit liver, bisa dilakukan dengan dengan dua cara, yaitu:

1. Pemeriksaan Fisik

Penyakit liver bisa menimbulkan perubahan pada fisik seseorang. Perubahan fisik ini biasanya mempengaruhi hampir semua sistem tubuh termasuk jantung, paru-paru, perut, kulit, otak dan fungsi kognitif serta bagian lain dari sistem saraf. Pemeriksaan fisik pada penderita penyakit hepatitis sering membutuhkan pemeriksaan pada seluruh tubuh. Salah satu ciri seseorang menderita penyakit liver, umumnya perut menjadi lebih besar seperti kembung.

2. Tes Darah Di Laboratorium

Patologi standar untuk mengetahui penyakit liver biasanya dengan mengukur enzim hati, protein total, albumin dan bilirubin. Meskipun tes ini disebut tes ‘fungsi’ hati, namun sebenarnya tes ini dilakukan untuk menunjukkan apakah organ hati rusak atau tidak, bukan tes tentang bagaimana hati berfungsi. Dengan kata lain, tes laboratorium ini digunakan untuk mendeteksi penyakit liver, seperti hepatitis dan sirosis serta sel-sel hati yang rusak akibat virus, bakteri, alkohol, obat-obatan dan lain sebagainya. Masalah ringan yang terjadi pada liver, tidak bisa menggunakan tes laboratorium ini, melainkan dengan mengamati tanda dan gejalanya. Namun, sangat penting untuk berkonsultasi dengan ahli kesehatan serta melakukan tes laboratorium agar dapat diketahui apakah seseorang terjangkit penyakit liver atau tidak.

3. Pencitraan (Scan/Usg) Pada Tubuh

Pencitraan dilakukan untuk memvisualisasikan, tidak hanya liver, tetapi organ terdekat lain yang mungkin sakit. Contoh pencitraan meliputi:

–        CT scan (tomografi aksial komputerisasi),

–        MRI (magnetic resonance imaging), dan

–        USG (gelombang pencitraan suara, yang sangat membantu dalam menilai kandung empedu dan saluran empedu.

Biopsi liver mungkin dipertimbangkan untuk mengkonfirmasi diagnosis spesifik dari penyakit liver.

Bagaimana Metode Pengobatan Penyakit Liver (Hepatitis) Yang Dilakukan Oleh Balai Pengobatan Tradisional Ny. Djamilah Najmuddin?

Dalam menangani keluhan penyakit pasien, kami tidak asal-asalan dalam mendiagnosa sebuah penyakit apalagi memberikan obat secara sembarang, juga pengobatan tradisional kami bukan dengan ‘jampi-jampi’ ataupun ‘tenaga dalam’. Pengobatan tradisional kami memiliki metode yang jelas. Dimulai dari awal pendaftaran si pasien hingga kontrol / check up kondisi si pasien dikemudian hari. Pada awal pendaftaran, pasien akan diminta hasil laboratorium mereka (dalam kasus ini adalah penyakit liver).

Kemudian si pasien akan diperiksa oleh kami, lalu diberikan ramuan obat-obatan tradisional racikan Ny. Djamilah Najmuddin yang di racik pada saat itu juga (disesuaikan dengan kondisi pasien) untuk dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu. Dan untuk memastikan perkembangan penyakit pasien di kemudian hari, kami selalu menyarankan kepada pasien agar diperiksa kembali ke laboratorium mengenai kondisi kesehatannya. Hal ini kami lakukan agar si pasien pun mengetahui secara jelas dan pasti tentang kondisi tubuhnya dan untuk membuktikan bahwa pengobatan kami memberikan hasil yang nyata dan objektif. Alhamdulillah, hingga saat ini semua pasien yang telah berobat dan mau mengikuti semua arahan kami, ketika mereka diperiksa kembali di laboratorium mengalami perubahan yang cukup signifikan.

ucapan terima kasih mantan pasien penyakit liver dan diabetes

ucapan terima kasih mantan pasien penyakit liver dan diabetes tahun 1991

Secara garis besar, kami melakukan 3 tahap pengobatan (yang dilakukan secara bersamaan):

Tahap Pertama dalam pengobatan tradisional djamilah najmuddin adalah pengobatan lambung atau pencernaan. Kenapa? Karena setiap orang yang menderita penyakit apapun, baik itu yang berat ataupun ringan, mayoritas lambungnya bermasalah. Lambung merupakan tempat pengolahan semua makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh manusia. Jika lambungnya bermasalah, otomatis organ-organ tubuh yang lainnya pun bermasalah. Sehingga walaupun pasien mengkonsumsi obat (baik itu obat tradisional ataupun obat kimiawi) tetap sulit akan sembuh apabila lambungnya bermasalah, karena lambung bagaikan ‘mesin’ di tubuh manusia yang memproses semua makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Tahap Kedua adalah penyembuhan penyakit yang diderita oleh pasien dalam kasus ini adalah penyakit liver. Setelah lambung pasien diperbaiki, maka kinerja obat tradisional untuk liver ramuan Ny. Djamilah Najmuddin pun akan bekerja secara optimal. Jadi janganlah heran apabila banyak dari mantan pasien kami yang mengidap liver sembuh total walau hanya dengan mengkonsumsi satu sampai dua paket ( ± 1 bulan pengobatan) obat tradisional penyakit liver kami. Kenapa? Karena lambung pasien dapat mencerna serta mengolah obat-obatan kami secara optimal, sehingga pengobatan pun berjalan dengan sempurna.

Tahap Ketiga adalah pengembalian energi tubuh pasien. Tahap ketiga ini ditujukan untuk meningkatkan kembali energi pasien yang sudah drop akibat terserang suatu penyakit, untuk tahapan ketiga ini pengobatan kami dibantu dengan suplemen multivitamin alami yakni madu asli. Contohnya adalah dalam kasus pasien penyakit liver yang telah kronis. Gejala pasien yang mengidap penyakit liver kronis, diantaranya adalah lemah, gampang capai dan badan lesu. Disinilah tugas dari madu tersebut. Mengembalikan nafsu makan dan energi tubuh pasien  yang drop akibat diserang oleh penyakit.

Mengapa Pasien Harus Datang Ke Balai Pengobatan Ny. Djamilah Najmuddin Di Bandung? Apakah Obat-Obatan Dapat Di Kirim Langsung Ke Alamat Pasien?

Hal yang pertama harus kami tegaskan adalah, kami bukan tukang obat atau agen penjual obat yang hanya menjual obat-obatan tanpa adanya pemeriksaan secara menyeluruh. Kami adalah Balai Pengobatan yang dimana dalam menangani pasien tidak asal-asalan dan secara sembarangan. Kami mempunyai tanggung jawab ketika pasien datang ke Balai Pengobatan kami dengan harapan ingin mendapatkan kesembuhan, dan bagaimana mungkin kami dapat melayani secara maksimal apabila tidak bertemu dengan pasien yang bersangkutan?

Semua pasien pasti mempunyai keinginan untuk mendapatkan pelayanan yang maksimal, begitupun kami sebagai pelaku balai pengobatan. Kami mempunyai kewajiban untuk memberikan pelayanan yang maksimal ke semua pasien, karena perubahan dan kesembuhan penyakit pasien yang menjadi prioritas kami.

Berapa Biaya Pengobatan Penyakit Liver Di Balai Pengobatan Tradisional Ny. Djamilah Najmuddin?

Mengenai biaya pengobatan penyakit liver di Balai Pengobatan Tradisional Ny. Djamilah Najmuddin dan apabila anda ingin berkonsultasi langsung dengan klinik kami, silahkan hubungi langsung di nomor telepon 022.6079822 atau klik halaman berikut ini untuk nomor telepon lainnya: Alamat Lengkap Balai Pengobatan Tradisional Ny. Djamilah Najmuddin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *