Mengenal Fatty Liver

Posted by on August 4, 2014 in Info Penyakit Liver | 0 comments

Mengenal Fatty Liver

Fatty liver termasuk gangguan pada hati yang sering dijumpai pada manusia modern. Berbagai macam makanan modern seringkali menjadi pemicu timbulnya fatty liver. Itulah sebabnya gaya hidup sehat menjadi solusi pencegahan terbaik.

Mengenal Fatty LiverSeiring dengan perubahan gaya hidup modern terutama di kota besar seperti kurangnya aktifitas fisik, banyak konsumsi makanan berlemak (junk food) dan tinggi karbohidrat serta kebiasan minum alhohol yang berlebihan dapat menyebabkan perlemakan hati atau di kenal dengan istilah Fatty Liver.

Fatty liver merupakan penyakit liver kronis yang sering terjadi di masyarakat selain penyakit hati akibat virus. Fatty liver dapat menyerang di segala usia bahkan pada anak- anak yang gemuk, namun tersering pada usia di atas 30 tahun. Data dari Amerika Serikat, fatty liver terjadi pada 25-35% jumlah populasi.

Biasanya penderita tidak mengetahui kalau menderita fatty liver dan baru mengetahuinya saat melakukan medical check up lengkap rutin atau saat melakukan pemeriksaan karena penyakit lain. Biasanya ditandai dengan adanya peningkatan SGOT, SGPT tanpa disertai adanya infeksi hati (hepatitis) akibat virus serta dari hasil USG perut (abdomen).

Fatty liver tidaklah berbahaya, namun untuk jangka panjang fatty liver sering berpotensi menjadi penyebab kerusakan hati dan sirosis hati. Dengan melakukan deteksi dini, penanganan yang tepat serta perubahan gaya hidup sehat di harapkan dapat terhindar dari fatty liver.

Fungsi Hati

Hati (liver) merupakan organ terbesar dalam tubuh. Hati terletak di bawah rongga dada di sisi kanan perut dan melebar ke bagian tengah hingga ke sisi kiri. Hati dilindungi oleh tulang rusuk. Pada orang dewasa berat hati sekitar 1.2 – 1.5 kg dan berwarna merah gelap. Hati merupakan organ yang vital sehingga kematian sering terjadi antara 8 hingga 24 jam setelah hati berhenti bekerja.

Fungsi hati antara lain untuk :

  • Memproduksi beberapa macam hormon.
  • Metabolisme karbohidrat, lemak dan protein menjadi zat penting yang dibutuhkan tubuh untuk hidup dan tumbuh.
  • Menyediakan enzim yang diperlukan untuk metabolisme
  • Membantu pembekuan darah
  • Memproduksi cairan empedu yang diperlukan untuk membantu mencerna makanan dan menyerap zat gizi penting.
  • Mengatur penyimpanan lemak dan mengontrol produksi serta pengeluaran kolesterol
  • Mengeluarkan bakteri dari aliran darah.
  • Menyimpan beberapa macam vitamin (A,D,K dan B12), mineral (termasuk zat besi) dan gula
  • Membersihkan darah dari zat-zat racun (termasuk racun dari obat-obatan)
  • Metabolisme alkohol
  • Membantu menghambat infeksi

Pengertian Fatty Liver

Fatty liver adalah suatu keadaan dimana adanya penimbunan lemak yang berlebihan di sel-sel hati. Dalam kondisi normal, hati mengandung lemak. Namun bila kadar lemaknya sudah lebih dari 10% dari berat hati itu sendiri, maka sebagian sel-sel hati yang sehat akan diganti dengan sel lemak. Hati akan berubah warnanya menjadi kuning mengkilat karena berlemak, membesar dan lebih berat dari keadaan normal. Inilah yang disebut dengan fatty liver (perlemakan hati).

Gejala Fatty Liver

Fatty liver jarang menimbulkan keluhan, karena penimbunan lemak ini terjadinya secara perlahan-lahan. Namun bila kondisi ini berlanjut dapat menimbulkan keluhan seperti :

  • Lesu, mudah lelah dan lemas
  • Kadang bisa kembung, mual dan muntah
  • Perut terasa penuh
  • Pada keadaan yang berat berat badan dapat menurun
  • Terkadang daerah ulu hati terasa keras
  • Tidak nyaman atau nyeri tumpul pada daerah perut kanan atasGambar Mengenal Fatty Liver

Penyebab Fatty Liver

Fatty liver dapat disebabkan antara lain oleh :

  • Kegemukan (obesitas) terutama di daerah perut
  • Kencing manis (diabetes)
  • Gangguan maupun perubahan hormonal seperti kehamilan
  • Kekurangan rantai-medium arildehidrogenase
  • Asupan lemak dan karbohidrat yang berlebihan
  • Keracunan vitamin A
  • Fibrosis kistik (bersamaan dengan kurang gizi)
  • Kelainan bawaan pada metabolisme glikogen, galaktose, tirosin atau homosistin
  • Kebiasaan minum alkohol yang berlebihan
  • Bahan kimia dan obat-obatan misalnya kortikosteroid, tetrasiklin, asam valproat, metotreksat, karbon tetraklorid, fosfor kuning)
  • Kurang gizi dan diet rendah protein
  • Operasi bypass pada usus kecil
  • Kekurangan kolesterol esterase
  • Penyakit penumpukan asam fitanik (penyakit Refsum)
  • Abetalipoproteinemia
  • Sindroma Reye.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *